trianto kartakaryawireja

Synbiotik Herbal Suplemen Ternak

Kamis, 17 September 2015

Kunyit dan Bawang Putih Pengganti Antibiotik Pada ternak Unggas

Kunyit dan Bawang Putih Pengganti AGP


Penggunaan antibiotik sebagai AGP (Antibiotic Growth Promotor)/pemacu pertumbuhan. sebenarnya ide brilian karena membunuh patogen yang potensial mengganggu di saluran pencernaan ayam. Bersihnya saluran pencernaan dari mikroba membuat vili usus berkembang lebih panjang sehingga mampu menyerap nutrisi lebih banyak. Tiap 1 mikrometer
vili mengandung 1 juta pori-pori absorbsi.

Absennya patogen juga membuat permukaan usus tidak dipenuhi mukosa yang disekresikan sebagai reaksi kehadiran patogen yang mengeluarkan toksin sehingga melukai usus. Kehadiran mukosa yang berlebihan membuat digesta terhalangi kontak dengan villi sehingga nutrisi tak terserap.

Tetapi kekhawatiran resistensi mikroba dan residu akibat penggunaan AGP berkepanjangan membuat penggunaan AGP dilarang. “Berita buruknya, dengan dilarangnya AGP penyakit-penyakit lama muncul kembali seperti Salmonella enteritidis, E coli, dll,” ungkapnya. Karena itu dicari pengganti AGP. Berbagai bahan dicoba, mulai dari prebiotik, probiotik, synbiotik (campuran probiotik dan prebiotik), fitobiotik (semacam antibiotik dari herbal), asam organik, dan exogenous enzyme.

Kunyit dan Bawang Putih

Kunyit (Curcuma longa L. atau C. domestica) dipilih karena mudah didapatkan dan disiapkan. Kunyit juga dikenal mengandung curcumin, demethoxycurcumin, bisdemethoxycurcumin, and tetrahydro-curcumin. Curcumin dan turunannya secara ilmiah telah dikenal sebagai ‘yellow bioactive’ yang dilaporkan memiliki aktivitas biologis spektrum luas seperti antioksidan, antibakteria, antijamur, antiprotozoa, antikoksidial, antiviral, antiradang, imunomodulator, antihipertensif dan aktivitas hipokoleteremic.

Untuk membuktikan hipotesa Nanung mengambil sampel vili ayam yang ditelitinya. Vili usus ayam yang diberi kunyit 10 g/kg terlihat lebih bersih dan panjang dibandingkan dengan ayam kontrol tanpa tambahan apapun dalam ransumnya. Menurut Nanung vili yang lebih panjang dan bersih memungkinkan absorbsi lebih baik karena digesta tidak terhalang kontak dengan permukaan vili. Vili lebih panjang artinya ada lebih banyak pori di permukaan vili yang berfungsi untuk menyerap nutrisi.

Bawang putih (Allium sativum L) kaya  zat organosulfur, seperti allicinajoenediallyl sulfide, dan diallyl trisulfide. Bawang putih juga kaya fitokimia semacam polifenol dan flavonoid yang secara ilmiah mampu berfungsi sebagai antioksidan pada ayam. Diet yang mengandung ajoene dapat menghambat pertumbuhan bakteri entero-patogen, sehingga memberikan kontribusi pada keseimbangan populasi mikroba usus.

Penelitian secara in vitro menunjukkan ekstrak bawang putih memiliki kemampuan antibakterial dan antijamur. Banyak jurnal melaporkan bawang putih menghambat pertumbuhan bakteri enteropatogenik, termasuk20 serogrup  E coli, 8 serotipSalmonella, dan Aeromonas hydrophilaStaphylococcus epidermidis, Shigella dysentriae, Clostridium botulinum, danCandida.

Fitokimia yang berfungsi juga sebagai fitobiotik dalam kunyit dan bawang putih itu,dimanfaatkan untuk menggantikan AGP. Diharapkan kandungan kedua bahan itu mampu membersihkan saluran pencernaan dengan cara mengendalikan patogen yang mengganggu proses digesti pakan, mengeluarkan toksin dan mengiritasi dinding usus sehingga merusak vili. Untuk aplikasinya silakan masukan bawang putih sebagai bahan tambahan pada fermentasi herbal pada postingan saya terdahulu...silakan masukan 1 kg bawang putih yang diblender halus tambahkan pada digester beserta bahan-bahan yang lain...

ora ngapak ora kepenak,ora ngapak dupak

OzanaraFarm.blogspot.com
FB : Trianto Kartakaryawireja
Tlp : 081228283636

Tidak ada komentar:

Posting Komentar