trianto kartakaryawireja

Synbiotik Herbal Suplemen Ternak

Minggu, 15 Maret 2020

Penghematan Pakan Dalam Budidaya Ayam Broiler

Salah satu strategi untuk bisa sukses menjalankan bisnis ayam broiler adalah kemampuan melakukan  penghematan biaya pakan. Komponen pakan menghabiskan 60–70 persen dari total biaya produksi yang dikeluarkan  peternak. Tanpa adanya manajemen pakan yang baik, akan terjadi pemborosan pakan yang berimbas pada tingginya biaya produksi serta menurunnya performa ayam.
Dalam
satu seminar bertajuk “Alltech Indonesia Innovation Day”  yang berlangsung di Jakarta, ahli nutrisi pakan dari Fakultas Peternakan IPB Prof. Dr. Ir. Nachrowi, MSc, menjelaskan  tentang aplikasi teknologi enzim (enzyme) guna memaksimalkan nilai nutrisi dan mengurangi biaya pakan.
Enzim merupakan senyawa protein dapat larut yang diproduksi oleh organisme hidup dan berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi pemecahan senyawa-senyawa organik yang kompleks menjadi sederhana. Enzim dapat meningkatkan nilai nutrisi (nutrient value)  pakan sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih baik.
Secara alami, menurut Nazchrowi, setiap jenis ternak mempunyai enzim sehingga dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Enzim tersebut dapat diproduksi sendiri maupun oleh mikroba yang terdapat dalam alat pencernaan ternak. Namun biji-bijian maupun serat kasar yang terdapat pada pakan seringkali sulit dicerna secara alami oleh ternak, sehingga diperlukan suplemen untuk membantu memecahnya sehingga dapat terserap lebih maksimal dalam sistem pencernaan ternak.  Pakan yang tidak tercerna dengan baik akan terbuang sia-sia.
Enzim yang penting untuk ayam adalah Non- Starch Polysaccharide (NSP) yaitu selulose (cellulose), xilanase (xylanase), glucan (glucanase) dan lain-lain. NSP dapat menghidrolisis polisakarida menjadi monosakarida. Manfaat NSP antara lain membantu memelihara kesehatan usus dan pencernaan unggas, meningkatkan konsistensi, meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi biayanya.
Namun demikian, peraih gelar PhD bidang Microbial Biochemistry dari Ehime University Jepang ini mengingatkan perlunya memahami struktur kimiawi dan konsentrasi enzim NSP dan untuk tujuan apa NSP akan digunakan. Memberikan multi enzim pada pakan ayam lebih baik daripada enzim tunggal karena adanya kandungan nutrisi yang berbeda-beda dari setiap jenis pakan ayam.
Riset Alltech
Alltech sejauh ini telah  melakukan berbagai riset di bidang teknologi enzim untuk pakan ternak. Menurut  General Manager Alltech Indonesia, Hery Santoso, hampir semua pabrik pakan sudah menggunakan enzim, tetapi jenis enzim yang dipakai mungkin berbeda-beda tergantung dari tujuan yang ingin dicapai oleh pabrik pakan bersangkutan.
Sosialisasi ke para peternak ayam pun sudah banyak dilakukan oleh produsen enzim terutama untuk pakan ayam petelur (layer) yang melakukan pencampuran pakan sendiri (self mixing). Konsep dasar yang disosialisasikan sama dengan pabrik pakan yaitu untuk mendapatkan biaya pakan yang lebih murah dengan menggunakan enzim. Pada prinsipnya teknologi enzim dapat diaplikasikan ke semua jenis unggas termasuk ayam pedaging  (broiler), ayam petelur (layer) dan  bebek.
Dalam sebulan peternak layer rata-rata mampu memproduksi pakan sebanyak 500 ton. Bila menggunakan teknologi enzim, mereka mengaku rata-rata mampu menghemat Rp 25,- sampai Rp 75,- per kilogram pakan dengan mendapatkan performance unggas yang sama. “Dengan demikian penghematan antara Rp 12,5 juta sampai dengan Rp 37,5 juta setiap 500 ton pakan yang diproduksi”,  jelas Hery.
Dosis penggunaan enzim sangat tergantung dari jenis produk enzimnya, ada yang berdasarkan unit enzim dan ada juga yang berdasarkan banyaknya pakan (quantity). dosis yang diberikan berdasarkan quantity yaitu 0,2 gram per kilogram pakan broiler dan untuk pakan layer diaplikasikan 0,15 gram per kilogram.

orA ngapak orA kepenak
Ozanara Farm 081226263636

Tidak ada komentar:

Posting Komentar